Ingin Konsultasi tentang Islam ???
Sharia Consulting Center (SCC) atau Pusat Konsultasi Syari’ah adalah lembaga sosial yang didirikan tahun 2000. Pendiriannya dilatarbelakangi oleh tumbuhnya kesadaran umat Islam yang semakin meningkat, baik ditingkat personal maupun komunal.
Hal itu ditandai dengan munculnya kesadaran yang tinggi akan pentingnya implementasi nilai-nilai Islam secara formal. Sabagaimana maraknya aktivitas keislaman di sekolah, kampus, instansi pemerintah, perkotaan dan lain-lain. Sisi lain dari kesadaran umat tersebut adalah kemunculan partai-partai Islam di negeri tercinta ini.
Namun, dalam waktu yang sama arus globalisasi yang terus bergulir dapat menimbulkan problematika kehidupan yang sangat kompleks, baik pada sisi moral, mental, pemikiran, makanan dan pergaulan yang skalanya dapat mencakup tingkat pribadi, keluarga maupun negara. Ketika masyarakat dihadapkan dengan adanya ketimpangan antara idealisme syari’at Islam dengan realitas kehidupan saat ini, maka muncullah berbagai macam pertanyaan yang meminta segera dicarikan solusinya.
Sejak bulan Mei 2002, SCC telah meluncurkan website syariahonline.com. Melalui website ini, masyarakat dapat melakukan berbagai hal tentang Islam. Dan sejak diluncurkan, Alhamdulillah apresiasi umat Islam untuk kembali kepada hukum Islam sangat menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pertanyaan yang masuk semakin meningkat dan makin bervariatif tiap bulannya. Hingga tidak kurang dari 5000 - 15.000 pengunjung pada website ini.
Mengingat semakin banyaknya masyarakat yang berkonsultasi mengenai berbagai persoalan agama, keluarga, kehidupan mereka, maka sejak tahun 2006 SCC telah memiliki kantor baru yang lebih memadai guna memudahkan masyarakat dalam berkonsultasi secara gratis dan dalam mendapatkan bimbingan secara agama.
Perlu diketahui bahwa ada dua program unggulan SCC yang bersifat sosial yaitu konsultasi agama dan keluarga lewat telepon, yang tidak dikenakan tarif komersial, serta konsultasi via telepon yang tidak dikenakan tarif komersial serta konsultasi via internet. Karena itu, SCC sangat membutuhkan dukungan dana guna terlaksananya program tersebut dengan baik.
Semoga dengan munculnya SCC ini dapat mencerahkan umat. Amiin
Hak seorang Muslim Dari Muslim Lainnya
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factorfaktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya :
1. Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya.
2. Apabila iamengundangmu engkau memperkenankan undangannya.
3. Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.
4. Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya).
5. Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya.
6. Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi).
Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factorfaktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya . Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta dimulai dengan
mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Sabda Rasulullah SAW:
“Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyinta? Sebarkan salam di kalangan kamu.”
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.” Dan seseorang tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman.
Rasulullah saw bersabda :
“Ucapkan salam sebelum memulai berbicara.”
Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :
“Penuhilah undangan ini jika kamu diundang.”
Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
“Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri.”
Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan
sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat”. Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpinpemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.
Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : ?Alhamdulillah?, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah”
(Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang
telah mendoakannya dengan mengucapkan : “Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu). Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim
yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.
Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. ” Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ” (HR.Muslim).
Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
“Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali” (HR.Muslim).
Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah swt.
Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta?ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu?min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat. (referensi : taujih )
Ghirah Beragama
Menjadikan keharusan bagi kita untuk selalu menuntut ilmu, selagi nyawa masih kita bawa, maka menjadikan hidup ini berkualitas merupakan cita-cita hampir sebagian besar manusia. Hidup di dunia yang hanya terjadi sekali ini, rasa-rasanya menjadi mubadzir kalau selama hidup kita digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Mencari ilmu, atau mendatangi majlis ilmu sebagaimana disampaikan oleh Ust Mahmud Mahfud yang diambil dari sebuah hadist, akan memperoleh banyak manfaat diantaranya :
- memperoleh ketenangan jiwa
- diberikan rahmat dan dijauhkan dari laknat Allah, sehingga do’a kita akan dikabulkan .. insyaallah
- diturunkankannya malaikat rahmat yang selalu memintakan ampunan terhadap dosa-dosa kita
- dan akan disebutkan nama-nama yang hadir dalam majlis ilmu tersebut satu persatu dihadapan malaikat-malaikat
Hadirnya umat ini di Majlis Ilmu maka akan menguatkan Ghirah dalam beragama. Ghirah bisa diartikan sebagai semangat, ghirah akan muncul jika ada iman, jika iman tinggi maka ghirahpun akan tinggi. Kita menyadari bahwa iman sesorang kadang naik, kadang turun. Hanya para Nabi saja yang imannya naik terus, sedang yang imannya stabil hanya dimiliki oleh malaikat. Ghirah perllu senantiasa dijaga. Iman mesti diikrarkan dengan kalimah syahadah yang kita ucapkan setiap hari. Dan iman pun mesti kita aktualisasikan dalam pergaulan/kehidupan sehari-hari. Unsur iman yang paling penting adalah amal. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ashr : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dalam kesabaran.
Rasul lebih mencintai orang yang imannya kuat karena ghirahnyapun juga kuat. Mukmin yang kuat baik fisik, mental dan akal, lebih Allah cintai daripada mukmin yang dhaif (lemah). Mukmin yang kuat akan senantiasa diberi rahmat, sehingga do’anya pun banyak yang dikabulkan.
Untuk menjadikan diri kita menjadi mukmin yang kuat (Qowwi) :
1. Jaga hal-hal yang bermanfaat, yang kurang manfaat kita tinggal
2. Berlindung dan mengabdi hanya kepada Allah, orang lain itu hanya sebagai wasilah,
3. Jangan merasa lemah, mesti optimis
4. Jangan berandai-andai, sesuatu yang sudah terjadi janganlah diungkit-ungkit.
Wallahu a’lam
Speeeeeeeeeed
Kaget, gumun dan terkesima, begitu komentar yang berada dalam benak dan terekspresi dalam tingkah laku. Setelah seminggu yang lalu merayakan Ultah pertama dengan si Smart, perayaan yang dipenuhi jamuan kesabaran, kini hadir bingkisan istimewa dari seseorang yang datang bagai gerimis di siang yang panas, mak nyus itu kalau kata si Bondan Winarno dalam wisata kulinernya.
Tidaklah berlebihan apresiasi ini ditujukan pada Bang Connect, sehari setelah perayaan itu, iseng2 sms nanyakan sesuatu yang dulu pernah ditawarkan, dan langsung direspon, esoknya langsung meluncur ke warung maknyus-nya dan dijanjikan besok atau lusa siap dipasang. Dan eeee sore hari itu juga langsung bingkisan itu dikirim via Rapidshare Premium. Dan tidak nyampe 30 menit, bingkisan Ultah itu selesai terdownload.
Begitulah kegembiraan yang kuterima ditengah kesabaran ini, sebuah kenikmatan yang luar biasa. Segalanya menjadi cepat, nikmat dan lezat. Hampir setahun koneksi internetku ndatndut, hidup nggak mati juga nggak, semua memang disesuaikan dengan kocek. Harga koneksi yang umum di sekitar tempat tinggalku rata2 berkisar 200 ribu untuk unlimited, maka mau tidak mau harus puas dan nerima keadaan dengan si mungil dan konseksuensinya pun harus menerima apa adanya dengan si mungil, mungkin kalau si mungil sudah tumbuh besar dia akan mampu berlari secepat atlet Olympiade. So, dengan bergesernya waktu dan bertambahnya kemakmuran bangsa ini (halah), maka harga koneksi pun mulai terjangkau. Dengan berbekal Akses Point dan kabel 15 meter lengkap dengan kotak plastik pengaman (itu semua juga dipinjami Bang Connect) dan sedikit sisa kayu 1,5 meter, maka lengkap sudah akses point terpancang berdiri kokoh di depan rumah, andai dipersiapkan dengan baik mungkin pemasangan akses point itu akan diiringi dengan lagu kebangsaan. Kutelpon Bang Connect untuk meminta ID dan password, kurang dari 5 menit, semuanya clap clap clap antara percaya tak percaya. Bagai orang yang habis sakit, begitu lahapnya makan, maka begitu lahapnya juga kubrowsing, kudownload dan kujelajahi negeri maya itu. Menjadi tantangan, apa yang dapat kulakukan dan kugali dari sumber daya alam di dunia maya ini. Kalau kemarin akses jalan yang kurang kondusif menjadikan alasan tidak produktifnya dalam komunitas Blogger baik Blogger Gurem atau Blogger Gurem Bangkok (guremnya sudah besar dan unggulan, kan ada jambu bangkok, ayam bangkok dsb). Semoga dengan perbaikan jalan menjadi hotmix ini akan mengurangi rasa malu dengan Pak Mars, Pak Sawali, Gus Yehia Ahmad, Mas Sholeh, Khairudin, mas Andi, Kang Jaitoe dan temen2 yang lain yang mungkin saya sebut satu persatu.
Ultah SMART-ku
Mendapatkan koneksi internet yang bagus, itu menjadikan dambaan. Terbayang dengan kecepatan yang clap clap clap. Perjalanan ini dimulai tahun 2006an, kupakai dial up telkomsel 080989999 ( kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali …. ) kuladeni tantangan batin untuk browsing. Diel …diel… diel … tagihan telpon bulan berikutnya melambung, padahal pemakaian hanya beberapa jam saja, maklumlah 165rp permenit (itu permenit, kalau berjam-jam ya hitung sendiri), ada promo weekend net dr layanan yang sama, cukup 1000rp perjam, kulayani juga, eeeee masak selancar kok nunggu week end. Tawaran berikutnya speedy … akses sih cepet, tp cepet bokek juga, masih terlampau mahal untuk kocekku.
Desember 2008 ada angin segar, sebuah penyedia jasa layanan internet CDMA (sebut saja SMART) buka promo, dengan beli HP Smart 1200 seharga 289rb, aku dapat gratisan koneksi 6 bl, wow … menggiurkan , aku hitung 289rb : 6bl =48 ribuan, dapet gratisan HP juga. Segera kuberlari juga keesokan harinya di Galery Smart DP Mall Semarang, pagi sekali, sampe2 belum buka kutunggui juga demi sebuah cita-cita (ceileee). Pulang dengan seribu harapan … kucoba koneksi … dial … berhasil, dan yang penting cocok dengan kocekku. Namun kadang koneksi kurang menggembirakan, lebih2 untuk indoor, maklum rumahku kehimpit dengan rumah tetangga yang bertingkat, so … begitulah. Nyatanya kubawa di tempat yang bebas penghalang toh lancar2 saja. Lumayan murah dan menyenangkan tanpa taku bea rekening telpon tambahan. Enam bulan berlalu, rupanya jatah promo habis, gimana nih, eeee dia ngasih perpanjangan dengan isi pulsa 50rb gratis koneksi 1 bulan (50rbnya masih bisa dipakai untuk nelpon, sms, dan bayar koneksi lhoh). Kujalani dengan tabah dan penuh kesabaran. Sebulan berlalu kupakai bea 3rb perhari.
Tak terasa setahun (1 tahun) sudah aku berlangganan SMART, karena sekarang sudah Desember 2009, kesabaran demi kesabaran kulalui, semoga sekarang masih sabar juga. Namun harapan untuk mendapatkan koneksi murah dan cepat masih dalam impian, karena SMARTku semakin lambat … maklum semakin banyak yang pakai. “Mau cepat kok murah”
Free Hotspot, dimana kau ….
Kebutuhan informasi sepertinya sebagai sesuatu yang gawat darurat mesti segera ditangani dan diprioritaskan. ICT menjadi ikon untuk mendongkrak keterbelakangan informasi setelah berpuluh-puluh tahun bangsa ini mendombrak tempurung kelapa itu (emang bangsa ini seperti katak …??hiks), Kalau itu sih cuma perumpamaan yang sering dipakai para guru bahasa, yang peribahasa itu berlaku secara generalisasi tidak penuli tukang sapu sampai KPK, dari presdir sampai pres-ir ri, dari tukang nyatat bon sampai tukang ngeblog sekalipun. Artinya untuk menunjang melesatnya informasi atau proses pengakselerasian informasi, butuh teknologi.
Namun sayangnya biaya koneksi untuk menunjang transfer knowledge lewat dunia maya masih seperti barang mewah, sementara area area gratisan (hotspot) masih langka. Sebagian masyarakat untuk mem-browse informasi masih memanfaatkan fasilitas yang bukan fasilitas pribadi (tidak semua lho ya), artinya biaya itu memang masih dirasa mahal.
Saya yakin masyarakat masih menanti murahnya sarana informasi. Kalau kita lihat ke belakang perjalanan sarana komunikasi, mungkin semua akan berharap seperti itu. Sebut saja HP(pesawat+SIM), di era 5 tahun yang lalu hanya dimiliki orang-orang berkantung tebal, namun sekarang tidak lagi, kantong tipis sekalipun masih bisa mengusahakannya.
Sekali lagi kita masih berharap dan terus berharap terhadap murahnya sarana teknologi informasi dan komunikasi
Sekali lagi kita JUGA masih berharap dan terus berharap terhadap murahnya biaya koneksi (internet),
Andai itu bisa dilakukan kita tidak akan semakin menjadi bangsa yang tertingggal ….
Namun semuanya pun mesti dibarengi perluasan dan penguatan moral bangsa ini.
Tipe-tipe manusia
Di bulan yang Ramadhan yang penuh berkah ini beruntunglah orang yang bisa melakukan perbaikan dalam kehidupannya. Perbaikan tidak datang dengan sendirinya, tetapi “dia” harus disongsong. Berbagai menu sebenarnya sudah disajikan dalam acara pe”nyongsong”an itu, tinggal pilih, dan nyaris semuanya gratis. Kalau kita cermati di bulan ini berbagai media menyajikan suguhan bernuansa religius, seakan mereka berlomba antar media (*baik kan ?). Dari media, majlis taklim sampai kuliah shubuh.
Ada hidangan yang sangat menarik dalam materi-materi tadi, seperti materi yang baru saja diberikan oleh seseorang (baca: da’i, ustad, motivator, pengusaha
). Dia menyampaikan tentang tipe-tipe manusia (*tentu ini terkait dengan perbaikan)
Bahwa manusia digolongkan dalam 3 jenis yaitu :
1. Manusia yang living in the past
type manusia ini adalah manusia yang selalu living dalam kenangan. Dia hidup dgn terus membayangkan masa lalu dan segala kenangan yang ada, dan suka berharap seandainya kembali ke masa ini atau masa itu. Disisi lain, kadang justru digunakan untuk meng”gosip” dan men”takabur”i dirinya sendiri. Terkadang tipe ini juga menyukai sajian yang berbau masa lalu (baca:gosip) entah itu dirinya sendiri atau orang lain. Sangat susah maju kalau tipe ini sangat dominan. Memang sih masa lalu kadang sangat dibutuhkan untuk pelajaran, pelajaran untuk melangkah di masa depan. Cerita-cerita orang dahulu (baca:orang-orang sholeh) sangat dibutuhkan utnuk pelajaran masa kini dan masa datang
2. Manusia yang living now
Typical manusia hidup di masa kini, tidak ingin kembali ke masa lalu seindah apa pun masa lalu-nya atau seburuk apa pun masa lalunya. Hidup dalam merancang masa depan, tapi juga melaksanakan apa yang bisa dilaksanakannya saat ini. tergolong manusia yang biasa memulai segala sesuatu (hubungan dll) dalam posisi “zero” atau netral. Namun kadang dia hanyut dengan suasana terkini, seperti media masa. Jika sekarang lagi hangatnya terorisme, pembajakan, artis, semua membicarakannya, ya koran, TV, sampai di poskamling
3. Manusia yang living at the future
Type manusia yang hidup dgn masa depan. Hidupnya penuh perencanaan, baik urusan dunia maupun akhirat. Para pengusaha biasanya memiliki tipe ini untuk perencanaan bisnisnya, dia sangat menghindari tipe masa lalu dan masa kini.
Secara generalisasi, sebagai umat beragama tentu semua direncanakan untuk “kehidupan yang abadi”, masa lalu digunakan untuk pelajaran dan masa kini digunakan untuk menabung untuk kehidupan “mendatang”
Face Book, SMS dan Ramadhan
Jika kita penikmat situs jejaring sosial Facebook, di bulan puasa ini ada nilai plus yang bisa Anda lakukan melalui terobosan teknologi ini. Tidak ada yang bertentangan dengan pemahaman Islam jika Facebook sebagai situs jejaring sosial ditujukan untuk mengembangkan sifat-sifat positif dalam relasi dengan orang lain. Hal tersebut tidak ubahnya pemahaman masyarakat terhadap media internet, mau diapakan dan dikemanakan tergantung pemakainya, mencari yang negatif … segudang, mencari yang positif mungkin bergudang-gudang. Seperti pisau … mau diguanakan untuk iris2 buah, sayuran atau membunuh sekalipun semua tergantung pemakainya
Facebook merupakan salah satu perangkat yang memudahkan kegiatan silaturahim yang dinilai sebagai ibadah dalam pemahaman ajaran Islam. Kita bisa meringkas, melakukan efisiensi kegiatan ibadah yang bersifat silaturahim.
Nilai-nilai kebaikan yang semestinya bisa dikembangkan melalui situs jejaring sosial ini adalah tolong-menolong dalam kebaikan, saling mengingatkan, terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman serta saling memotivasi.
Sebenarnya tidak cuma Face book saja, sms ternyata juga cukup efektif. Kalau kita lihat iklan TV, sms/hp bisa untuk bangunin orang untuk makan sahur, maka sms pun tentunya bisa dijadikan sarana untuk saling mengingatkan (nasehat menasehati).
Mari kita manfaatkan peluang2 untuk menambah “investasi akherat kita”
Sabar = Unlimited
Postingan ini muncul pada saat saya YMan dengan temen blogger, perihal sinyal Smart yang sering “ndat ndut” Karena banyak juga yang sudah pakai mengingat harga yang murah meriah, meski ada pepatah jawa “ana rego ana rupa”. Sering sih mendengar keluhan para pemakai layanan ini, kurang cepat lah, sering error lah dsb. Dan komentar kita yang sama-sama pakai “sing sabar, pingin cepet ya ganti yang lain (*tapi mahal kan)”. Terus apa sih hubungannya dengan kesabaran pada judul postingan ini? Itu hanya latar belakang nulis postingan lho.
Fenomena yang tak asing lagi bagi kehidupan manusia adalah “kesabaran ada batasnya”. Benarkah kesabaran ada batasnya. Terkadang untuk memacu semangat, kita sering menganggap diri kita tak terbatas. Kita sering mengambil jargon2 keren seperti “Unlimited ……” atau “surpase ur limit …..”. Seperti tawaran yang muncul dari beberapa iklan, misal “unlimited connection”, ada juga yang “long life warranty”. Tapi kenapa ketika bertemu sesuatu yang memaksa kita berurusan dengan sabar kita selalu berkata
“sabar kan ada batasnya . . .”. Tak ada satu semangat sedikitpun untuk berusaha menganggap bahwa diri kita tak terbatas.
Lantas, siapa yang mengeluarkan pernyataan bahwa sabar itu ada batasnya ?? Orang-orang tua kita dulu, guru spiritual atau bahkan pakar Psikologi atau justru dari pernyataan “orang-orang yang sudah tidak sabar”???. Read the rest of this entry »
Kesadaran Kolektif
Di dalam kelas yang terbiasa curang, kejujuran akan disebut sebagi kesombongan hingga sangat sulit dilakukan. Tapi di kelas yang sadar akan arti kejujuran, kecurangan akan dipandang sebagai perbuatan memalukan. Jujur pun mudah diterapkan. Tinggal bersama keluarga atau lingkungan yang terbiasa berkata kasar dan jorok, susah untuk tidak kelepasan ikut-ikutan ngomong jorok. Tapi bersama orang-orang yang sadar bahwa akhlak mulia adalah sesuatu yang membuat manusia bernilai, berlaku sopan bukanlah hal yang sulit. Dan hidup di lingkungan yang terbiasa buang sampah sembarangan, berlaku bersih barangkali butuh pemaksaan diri, karena kebersihan akan dipandang sebagi idealisme yang merepotkan. Tapi di lingkungan yang sadar bahwa kebersihan adalah kebutuhan, bersih adalah suatu keharusan.
Dari contoh di atas, ada kesimpulan sederhana yang bisa ditarik. Yitu, kebaikan akan lebih mudah dijalankan jika dilakukan secara bersama-sama. Berangkat dari kesadaran dan semangat yang sifatnya kolektif yang membentuk habitat utnuk kebaikan tersebut. Di dalamnya sebuah kebaikan akan menjadi sebuah kesepakatan tak tertulis yang harus dijalankan, Masing2 pribadi akan merasa ringan melaksanakannya karena orang2 disekitarnya mendukung, sadar dan seperti telah sepakat untuk melestarikannya.
Barangkali ini pula yang membuat ibadah shaum(puasa) terasa ringan bagi kita karena tinggal di negara berjuta muslim ini. Padahal shaum sebulan penuh itu bukan ibadah ringan. Jangankan orang dewasa, anak kecil saja banyak yang sukses menjalankan shaum sebulan penuh. Bandingkan dengan saudara kita yang minoritas disuatu negeri, shaum bukanlah amalan enteng.
Kita merasa ringan karena orang2 disekitar kita sadar karena mereka muslim dan sepakat bahwa Ramadhan haruslah dihormati. Makanya “tidak shaum” terkadang justru merepotkan dalam beberapa hal karena hampir semua orang melaksanakan shaum. Tak hanya itu kesadaran bersama seperti merasuk dan mewarnai semua yang ada disekitar kita. Menyebar hingga mampu merangsek dan menekan spirit2 jahat ahli maksiat yang mengajak kepada pelanggaran.
Dari sini kita sadari betapa pentingnya arti sebuah kesadaran bersama. Untuk itu jika kita ingin sebuah kebaikan menjadi ringan dalam pelaksanaannya, kita harus menyosialisasikan, mendakwakkan dan menyadarkan lingkungan akan urgensi kebaikan tersebut. Dan Ramadhan adalah waktu yang oaking tepat untuk memulainya. Bagaimana menurut anda ? (arrisalah)

